Mewujudkan Kota Pusaka Yang Berketahanan

Catatan kecil dari diskusi “Tata Kelola Kota Pusaka Sebagai Kota Tangguh Bencana” Sustainable Urban Development Forum Indonesia, 24 Desember 2014.

Tidak ada yang menyangkal bahwa wilayah Indonesia berada pada wilayah ring of fires, atau rawan bencana, kita bahkan pantas menyandang gelar sebagai “supermarket bencana” berdasarkan apa yang telah kita alami. Dalam kurun waktu 2004 sampai 2007 saja terjadi banyak bencana yang menelan ratusan ribu korban jiwa dan ratusan ribu masyarakat lainnya kehilangan tempat tinggal; Tsunami di Aceh, gempa bumi di Yogyakarta dan banjir di Sulawesi, Sumatera dan Jakarta. Bencana-bencana tersebut yang akhirnya melahirkan beberapa legislasi diantaranya adalah UU RI no 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana dan Perpres no. 8 Tahun 2008 Tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang mewujud dalam kelembagaan BNPB dan BNPD.

Kota sesungguhnya memiliki kemampuan yang amat luar biasa untuk pulih dan rebound setelah mengalami bencana, dalam sejarah sedikit sekali kita temui sebuah Kota benar-benar musnah tak tersisa akibat bencana kecuali Atlantis dan beberapa kota di Jerman pada saat Perang Dunia. Namun tidak berarti kita tidak perlu meminimalkan resiko dampak dari bencana.

Pusaka baik itu pusaka alam, budaya dan saujana secara global telah diakui sebagai aset penting bagi pembangunan berkelanjutan. Hal tersebut juga sekaligus meningkatkan perhatian terhadap bagaimana menanggulangi dampak bencana terhadap aset pusaka. Indonesia memiliki sekurangnya 8 situs warisan dunia yang telah diakui UNESCO dan 26 situs lainnya masuk ke dalam tentative list, sedangkan di luar itu aset pusaka penting dalam skala Kota-Kota di Indonesia jauh tidak terhitung banyaknya. Berkaca pada beberapa kejadian di rentang sepuluh tahun kebelakang, misal dengan meletusnya Gunung Merapi tahun 2010 yang mengakibatkan seluruh bangunan Candi Borobudur tertutup oleh abu vulkanik dan taman lingkungan sekitar Candi rusak berat, juga gempa bumi di Yogya tahun 2006 yang berdampak pada rusaknya bangunan-bangunan lama di Kota Gede yang kerugiannya masih dapat kita saksikan hingga kini memperlihatkan betapa rapuhnya aset-aset pusaka yang kita miliki terhadap bencana. Penyiapan contingency plan terkait pusaka dan kebencanaan sudah selayaknya menjadi salah satu prioritas dalam aksi-aksi pelestarian yang sampai saat ini di Indonesia memang masih banyak berkutat pada hal-hal yang mendasar.

Di tingkat Internasional sebenarnya sudah ada Hyogo Framework for Action yang menyediakan kerangka detail aksi untuk membangun Bangsa dan masyarakat yang tangguh. Namun implementasi kerangka aksi Hyogo (HFA) dalam konteks perlindungan pusaka Indonesia akan selalu berhadapan dengan kurangnya kesadaran akan sistem nilai pusaka, akses yang terbatas untuk membangun kemitraan diantara kelompok pemangku kepentingan kebencanaan dan pusaka dan juga buruknya koordinasi dari sistem manajemen Kota/kawasan dimana situs-situs pusaka berada.

Perwujudan kombinasi dua platform Kota yang berorientasi pada pusaka (heritage cities) dan Kota yang tangguh bencana (resilient cities) masih menjadi PR besar bagi kita semua dan jalan kedepan akan terentang terjal.

Sumber:

Dr. Raditya Jati. 2014. Disaster Risk Management for Cultural Landscape Heritage. Presentasi disajikan dalam Diskusi Tata Kelola Kota Pusaka Sebagai Kota Tangguh Bencana, Sustainable Urban Development Forum Indonesia, Jakarta, 24 Desember 2014.

Dr. Ir. Nurhayati H. S. Arifin. 2014. Pentingnya Basis Data Lanskap Budaya Untuk Integrasi Dalam Strategi Mitigasi Bencana. Presentasi disajikan dalam Diskusi Tata Kelola Kota Pusaka Sebagai Kota Tangguh Bencana, Sustainable Urban Development Forum Indonesia, Jakarta, 24 Desember 2014.

Dani Soejalmo. 2014. Implementasi Kerangka Aksi Hyogo (HFA) Dalam Mewujudkan Kota Pusaka Yang Tangguh. Presentasi disajikan dalam Diskusi Tata Kelola Kota Pusaka Sebagai Kota Tangguh Bencana, Sustainable Urban Development Forum Indonesia, Jakarta, 24 Desember 2014.

20141225_145419

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s